Sabtu, 19 April 2014

KULINER KHAS BOYOLALI

Dodol Susu

Dok.Timlo.net/ Nanin
Pernah merasakan Dodol Susu Sapi Segar? Nah, bila Anda penasaran, datang saja ke Wisata Alam Selo! Tidaklah sulit mencari dodol susu di sana. Harganya juga murah meriah, satu kotak berisi 8 biji hanya Rp 7 ribu. Anda bisa menikmatinya sambil melihat kemegahan Gunung Merapi. Dodol Susu, dari namanya saja sudah bisa ditebak, dodol ini terbuat dari susu sapi.Yapp. Dodol Susu saat ini sedang dikembangkan ibu-ibu di Dusun Petongan, Desa Samiran, Selo, Boyolali. Melimpahnya produksi susu sapi diwilayah ini tidaklah menyulitkan untuk bahan baku dodol, yaitu susu sapi segar. Salah satu pengerak pembuatan dodol susu, Murtiyah menceritakan, awal pembuatan Dodol Susu dimulai setahun lalu. Dimana saat itu, warga Dusun Petongan kesulitan memanfaatkan susu sapi yang melimpah. “Waktu itu kan harga susu anjlok, KUD bangkrut, bingung susunya maudiapain, akhirnya saya coba bikin dodol. Tidak begitu saja langsung berhasil, berulang kali saya eksperimen agar mendapatkan rasa yang pas,” ungkap Murtiyah saat ditemui di rumahnya, Minggu (20/1). Cara pembuatan Dodol Susu sendiri diakui Murtiyah tidaklah begitu sulit. Hanya untuk menciptakan cita rasa yang khas, membutuhkan waktu. Dodol Susu dengan bahan dasar susu segar, gula dan tepung. Susu segar direbus dahulu hingga mengental, setelah itu gula dimasukkan, dimasak hingga seperti karamel, kemudian tepung dicampur.Nah.. jadi sudah Dodol Susunya. Dari 3 liter susu segar menghasilkan 180 kotak kecil yang berisi 8 biji perkotaknya. Sementara untuk penjualan masih dilingkup lokal Selo.

 Jenang Pecel

Jenang pecel adalah semacam modifikasi dari pecel sayuran pada umumnya. Pecel tidak lagi disajikan dengan nasi, melainkan dengan jenang. Jenang yang dimaksud disini sebenarnya adalah bubur sumsum (yang terbuat dari tepung beras). Untuk komponen pecelnya sama saja, terdiri dari aneka macam sayuran rebus yang kemudian diguyur dengan sambal kacang. Anda akan menemukan sensasi rasa yang unik ketika pecel yang teksturnya kaya berpadu dengan bubur sumsum yang lembut dan lumer di mulut. Jenang pecel ini adalah makanan tradisional khas dari Boyolali, tapi sayangnya sekarang sudah makin susah ditemukan. Jenang pecel biasanya dijajakan di warung-warung kecil yang ada di perkampungan penduduk, namun ada juga penjual keliling yang pakai gendongan. Terasa makin sedap ketika disajikan di atas pincuk, alas makan dari daun pisang. Makanan yang merakyat, enak dan murah meriah.
 JADAH BAKAR
IMG-11773
Boyolali adalah salahsatu kabupaten di jawa tengah yang namanya semakin populer ketika salahsatu maestro campursari cak dikin membuat lagu yang bertemakan salahsatu kuliner khas boyolali yaitu susu. Tetapi kali inisaya idak akan menghadirkan susu murni boyolali tetapi saya akan hadirkan salahsatu makanan khas boyolali yang bernama jadah bakar.
Jadah adalah makanan tradisional yang mudah ditemukan di mana saja terutama di jawa. Makanan yang terbuat dari beras ketan putih dan kelapa ini merupakan salahsatu makanan khas daerah di Boyolali, tepatnya di daerah Selo. Tetapi jadah selo berbeda dengan jadah pada umumnya, jadah selo ini dalam penyajiannya di bakar terlebih dahulu, jadi karena daerah selo ini adalah daerah yang terletak diantara gunung merbabu dan merapi maka buat para pendaki gunung makanan ini sangat pupuler dan memang sangat cocok untuk dinikmati.
Nama jadah bakar semakin popler sejak adanya jalur Solo ke Borobudur, jika dahulu jadah bakar ini hanya di nikmati oleh masyarakat selo saja kini setelah ada jalur tersebut para wisatawan juga menjadikan jadah bakar ini sebagai makanan yang patut di coba dan dinikmati.
Makanan jadah ini juga akan kita temui saat kita sedang ada di kawasan kaliurang jogjakarta, di objek wisata yang terletak di lereng merapi tersebut juga banyak terdapat makanan ini tetapi jadah bakar yang ada di selo boyolali dan yang ada di kaliurang berbeda. Jika jadah yang ada di selo boyolali di bakar terlebih dahulu dan disajikan bersama serundeng yang dibumbui gula jawa, sedang jadah yang ada di kaliurang tidak di bakar terlebih dahulu (sekarang ada juga yang di bakar) dan disajikannya tidak dengan serundeng melainkan dengan tempe bacem.
Penyajian jadah bakar ini biasanya dengan piring rotan yang diberi alas daun pisang yang dilembarkan sedangkan cara makan Jadah Bakar adalah dengan dicocol dengan serundeng. Tetapi sebenarnya karena rasa jadah ini terbilang gurih makan jadah bakar ini juga bisa dan cocok bila dimakan begitusaja tanpa serundeng.
Jadi karena pertamakali saya menikmati makanan ini adalah saat dulu muncak ke merapi lewat selo maka buat anda yang mau muncak merapi lewat selo rasanya anda juga harus coba menikmati makanan yang satu ini, selain enak jadah juga sangat mengenyangkan. Dan buat anda yang dari solo mau ke borobudur lewat selo anda juga harus mampir untuk menikmati makanan ini, cuaca dingin selo sangat cocok dengan makan gurih dan hangat ini.

SOTO RUMPUT

 
Mendengar nama menu ini pasti mengusik rasa penasaran pemirsa, lha soto kok pakai rumput? Emang kita ini sebangsa mahluk memamah biak apa .
Penuturan Suyadi sang pemilik kedai akhirnya memupus rasa penasaran saya. "Itu hanya trik dagang saja kok, biar agak nyeleneh aja" tuturnya sambil terkekeh.
Menurutnya, kedai soto milik ayahnya sudah dirintis sejak tahun 1981, cukup lama juga ya. Kala itu, warung sotonya yang sederhana itu mangkal di depan sebuah pasar yang menjual rumput untuk ternak, maklum kota Boyolali juga terkenal dengan peternakan sapinya (apalagi sapi glonggongan yang sering menghebohkan itu). Lama kelamaan karena nyari gampangnya akhirnya ketemu ide untuk memberi nama warung sotonya dengan nama "SOTO RUMPUT" sampai sekarang. Warung ini terletak di Jl. Prof. Dr Soeharso No. 14 telp.(0276) 322996.
Di Warung ini tersedia aneka soto, ada soto sapi, babat, paru, limpa, lidah dan otak sapi (termasuk soto ayam juga ada). Komplit...plit...plit...plit...!!!
Soto berkuah kuning tanpa santan ini disajikan bercampur nasi, taoge, daging, serta taburan seledri dan bawang goreng. Rasanya lumayan gurih...pokoke bikin lidah mak nyusss...!!!
Disediakan juga sambal, kecap, dan jeruk nipis sebagai campuran sesuai selera pengunjung. Masalah harga jangan kuatir rata-rata kota di Jawa Tengah murah meriah hanya RP. 4000,- saja per mangkuk untuk semua jenis soto.
Bagi anda yang melancong ke kota ini bisa mencoba mencicipi dan berkunjung dalam rentang waktu pk. 06.00 - 19.30 WIB.
http://adibafarah.blogspot.com/2013/12/5-makanan-khas-boyolali.html 
http://www.jatengtime.com/2013/kuliner/jadah-bakar-makanan-khas-boyolali/#.U1J34aIlkno
http://www.foodspotting.com/find/best/SOTO-RUMPUT/in/The-World

3 komentar: